Rabu, 22 Juni 2016

STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADES) part 6



BAB IV
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Secara umum, rendahnya kualitas SDM, letak geografis yang kurang mendukung, serta infrastruktur yang kurang memadai serta anggaran masih sangat sedikit sangat menghambat proses pembangunan dan pengembangan potensi-potensi desa Wanurojo dalam upayanya meningkatan PADes. Selain itu juga kultur politik di desa Wanurojo yang masih kuat dengan dinasti politik, klientisisme, oligarki juga menjadi suatu permasalahan tersendiri dalam pembangunan dan peningkatkan PADes desa Wanurojo, karena pengelolaan pendapatan desa yang cenderung tidak transparan, nepotis, dan tidak demokratis.
Sistem dinasti politik itu akan melahirkan monopoli kekuasaan, dan monopoli itu cirinya tidak demokratis. Jika dinasti politik itu monopolistik, maka ia membenarkan dalil Lord Acton: "Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely”.[1] Karena monopoli itu juga korupsi.
Jika dilihat dari berbagai sektor PADes, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1)        Hasil Aset Desa
Pendapatan Asli Desa dari sektor Hasil Aset Desa tidak ada. Pengembangan aset desa di desa Wanurojo terkendala oleh SDM yang tergolong rendah, dana yang masih sangat minim, serta letak geografis yang kurang mendukung. Selain itu pemerintah desa Wanurojo masih berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, terutama air bersih. Pengembangan hasil dari aset desa baru akan direncanakan setelah infrastruktur dasar seperti air bersih telah tersedia.

2)        Usaha-usaha Desa
Sama halnya dengan Pendapatan Asli Desa di sektor Aset Desa, pendapatan asli desa di sektor hasil usaha desa juga tidak ada. Upaya pengembangan BUMDes  oleh pemerintah desa, khususnya untuk pengolahan ketela terkendala oleh faktor alam (geografis), terutama air bersih. Selain itu, minat masyarakat desa Wanurojo untuk bekerja secara berkelompok dalam pengembangan ketela dan peternakan kambing juga sangat kurang. Hal ini disebabkan belum optimalnya peran pemerintah desa sebagai fasilitator dalam pengembangan potensi desa sebagai usaha desa.

3)        Partisipasi, Gotong-Royong, dan Swadaya
Jika merujuk pada APBDes Perubahan 2015 desa Wanurojo, pendapatan asli desa di sektor Swadaya, Pratisipasi atau Gotong-royong sebesar Rp 8.000.000,00. PADes dari sektor swadaya, partisipasi, dan gotong-royong ini hingga saat ini masih merupakan pendapatan terbesar dari PADesa Wanurojo. Namun dalam kadar tertentu, keterlibatan pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat belum optimal. Sistem politik dinasti dan budaya politik parokial yang berlangsung di desa Wanurejo masih sangat kental menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi kemajuan desa Wanurejo.

4)        Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Pendapatan Asli Desa dari sektor lain-lain pendapatan asli desa yang sah juga masih minim. Jika merujuk lampiran anggaran APBDes perubahan tahun anggaran 2015, pendapatan desa Wanurejo dari lain-lain pendapatan asli desa yang sah hanya sebesar Rp 1.200.000,00. Selain itu pengelolaannya pun masih kurang baik dan efektif untuk pembangunan akibat masih menguatnya sistem politik dinasti dan oligarki di desa Wanurojo.
B.  SARAN
1.    Perlu adanya pengkajian secara akademis terhadap potensi-potensi desa Wanurojo dan upaya-upaya pengembangan dan pengelolaan Pendapatan Asli Desa.
2.    Perlu adanya pembinaan dan pendampingan dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat secara kontinyu terhadap pemerintah desa dalam hal peningkatan dan pengelolaan PADes, khususnya di desa Wanurojo.
3.    Pembangunan manusia menjadi sangat penting dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Desa. Melihat data tingkat pendidikan di desa Wanurejo yang tergolong masih sangat rendah, sosialisasi membangun kesadaran akan pendidikan juga sangat dibutuhkan.


Daftar Pustaka
Cik Hasan Bisri dan Eva Rufaida, Model Penelitian Agama dan Dinamika Sosial (Jakarta: Raja Gravindo Persada, 2002)
Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian,Cet. 1 (Jakarta: Bumi Aksara,
            1997)
Imam Suprayogo dan Tobroni, Metodologi Penelitian Sosial-Agama
Widjadja. H.W.H, Otonomi desa: merupakan otonomi yang asli, bulat dan utuh(Jakarta:
            Raja Grafindo Persada, 2003)
Koencoroningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : Gramedia Pustaka
            Utama, 1981)
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif,
Marrus,Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia.PT. Bumi Aksa. Jakarta
Moh. Nazir, Metode Penelitian, Cet. IV (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1999)
S. Nasution, Metode Research, Edisi 1 (Bandung: Jemmars, 1982)
Wardi Bahtiar, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1987) 
Website
Dasar Hukum
undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
Peraturan Pemerintahan Nomor 72 Tahun 2005
Peraturan Mentri Dalam Negeri nomor 113 tahun 2014, Tentang Pengelolaan Keuangan Desa
Profil desa Wanurejo
APBDes desa Wanurojo


LAMPIRAN

1)        Jadwal Kegiatan
No
Waktu
Kegiatan
Kegiatan
Tangal 24 November 2015
01.   
07;30-08:00
Kumpul Di Kampus, Koordinasi
Hall
02.   
0800-10;00
Berangkat Ke Purworejo
Bersama-sama
03.   
10:00-10:30
Tiba Balai Desa
Selamat
04.   
11:00-11:30
Penerimaan Di Balai Desa
Oleh Pemerintah Desa
05.   
11:30-12;00
Ke Tempat Tinggal
Istrahat Bersama
12:00-13:00
Ishoma
-
06.   
13:00-15:00
Koordinasi Kadus/RT
Kami tentukan informan
07.   
15:00-16:00
Koordinasi Kelompok Temui Informan
Terlaksana
08.   
16:00-18:00
Wawancara Informan
RT 02, Pratikno, Aset Desa
09.   
18:00-19:00
Istrahat dan Makan Malam
Jamin
10.   
19:00-21:00
Wawancara&Koordinasi Kelompok
Kelompok VI Ke Rumah Pak RT 02, Pratikno
Tanggal 25 November 2015
01.   
08:00-12:00
Lanjut Data Sekunder dan Wawancara
Cari Bersama
02.   
12:00-13:30
Istrahat dan Makan Siang
Jamin
03.   
13:30-17:00
Lanjut Cari Data Primer
Cari Bersama
04.   
17:00-18:00
Istrahat dan Makan Malam
Jamin
05.   
18:00-
Koordinasi Kelompok Rekap Data
Sebagaian wawancara
Tanggal 26 November 2015
01.   
08:00-12:00
Lanjut Cari Data
Wawancara Ibu Rini
02.   
12:00-13:30
Istrahat dan Makan Siang
Jamin
03.   
13:30-17:00
Lanjut
Wawancara Ngadiun
04.   
17:00-18:30
Istrahat dan Makan Malam
Jamin
05.   
18:30-
Rekap Data, Analisis Data, Bagi kerja
Data terkumpul
Tanggal 27 November 2015
01.   
08:00-11:00
Ceking Kelengkapan Data Melengkapi dan Pamit
Lengkap dan Salaman
02.   
11:00-13:00
Persiapan Kekampus, Makan Siang
Terlaksanan
03.   
13:00-15:30
Kembali Kekampus
Bersama-sama


3.         Pertanyaan Wawancara:
a.    Bagaimana Tindakan pemerintah desa dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa di sektor hasil usaha desa?
1.    Apa saja usaha desanya ?
2.    Bagaimana pengelolaan hasil usaha desa?
3.    Apa saja kendala dalam pengelolaan/peningkatan hasil usaha desa
b.    Bagaimana Tindakan pemerintah desa dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa di sektor hasil aset?
1.    Apa saja hasil aset desanya?
2.    Bagaimana pengelolaan hasil aset desa?
3.    Apa saja kendala dalam pengelolaan/peningkatan hasil aset desa?

c.    Bagaimana Tindakan  pemerintah desa dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa di sektor hasil swadaya, partisipasi dan gotong royong;
1.    Apa saja hasil swadaya, partisipasi, dan gotong royong?
2.    Bagaimana pengelolaan hasil swadaya, partisipasi, dan gotong royong?
3.    Apa saja kendala dalam pengelolaan/peningkatan hasil swadaya, partisipasi, dan gotong royong?
d.   Bagaimana Tindakan pemerintah desa dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa di sektor lain-lain PADes?
1.    Apa saja hasil PADes di sektor lain-lain PADes?
2.    Bagaimana pengelolaan hasil PADes di sektor lain-lain PADes?
3.    Apa saja kendala dalam pengelolaan/peningkatan hasil PADes di sektor lain-lain PADes?





[1] Lihat https://en.wikipedia.org/wiki/John_Dalberg-Acton,_1st_Baron_Acton , akses tanggal 10 Jan 2016, pk 14.11 wib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar