BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Secara
umum, rendahnya kualitas SDM, letak geografis yang kurang mendukung, serta
infrastruktur yang kurang memadai serta anggaran masih sangat sedikit sangat
menghambat proses pembangunan dan pengembangan potensi-potensi desa Wanurojo
dalam upayanya meningkatan PADes. Selain itu juga kultur politik di desa
Wanurojo yang masih kuat dengan dinasti politik, klientisisme, oligarki juga
menjadi suatu permasalahan tersendiri dalam pembangunan dan peningkatkan PADes
desa Wanurojo, karena pengelolaan pendapatan desa yang cenderung tidak
transparan, nepotis, dan tidak demokratis.
Sistem
dinasti politik itu akan melahirkan monopoli kekuasaan, dan monopoli itu
cirinya tidak demokratis. Jika dinasti politik itu monopolistik, maka ia
membenarkan dalil Lord Acton: "Power
tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely”.[1] Karena
monopoli itu juga korupsi.
Jika
dilihat dari berbagai sektor PADes, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1)
Hasil Aset
Desa
Pendapatan
Asli Desa dari sektor Hasil Aset Desa tidak ada. Pengembangan aset desa di desa
Wanurojo terkendala oleh SDM yang tergolong rendah, dana yang masih sangat
minim, serta letak geografis yang kurang mendukung. Selain itu pemerintah desa
Wanurojo masih berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, terutama air
bersih. Pengembangan hasil dari aset desa baru akan direncanakan setelah
infrastruktur dasar seperti air bersih telah tersedia.
2)
Usaha-usaha
Desa
Sama
halnya dengan Pendapatan Asli Desa di sektor Aset Desa, pendapatan asli desa di
sektor hasil usaha desa juga tidak ada. Upaya pengembangan BUMDes oleh pemerintah desa, khususnya untuk
pengolahan ketela terkendala oleh faktor alam (geografis), terutama air bersih.
Selain itu, minat masyarakat desa Wanurojo untuk bekerja secara berkelompok
dalam pengembangan ketela dan peternakan kambing juga sangat kurang. Hal ini
disebabkan belum optimalnya peran pemerintah desa sebagai fasilitator dalam
pengembangan potensi desa sebagai usaha desa.
3)
Partisipasi,
Gotong-Royong, dan Swadaya
Jika
merujuk pada APBDes Perubahan 2015 desa Wanurojo, pendapatan asli desa di sektor
Swadaya, Pratisipasi atau Gotong-royong sebesar Rp 8.000.000,00. PADes dari
sektor swadaya, partisipasi, dan gotong-royong ini hingga saat ini masih
merupakan pendapatan terbesar dari PADesa Wanurojo. Namun dalam kadar tertentu,
keterlibatan pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat belum
optimal. Sistem politik dinasti dan budaya politik parokial yang berlangsung di
desa Wanurejo masih sangat kental menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi
kemajuan desa Wanurejo.
4)
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Pendapatan
Asli Desa dari sektor lain-lain pendapatan asli desa yang sah juga masih minim.
Jika merujuk lampiran anggaran APBDes perubahan tahun anggaran 2015, pendapatan
desa Wanurejo dari lain-lain pendapatan asli desa yang sah hanya sebesar Rp
1.200.000,00. Selain itu pengelolaannya pun masih kurang baik dan efektif untuk
pembangunan akibat masih menguatnya sistem politik dinasti dan oligarki di desa
Wanurojo.
B.
SARAN
1. Perlu
adanya pengkajian secara akademis terhadap potensi-potensi desa Wanurojo dan
upaya-upaya pengembangan dan pengelolaan Pendapatan Asli Desa.
2. Perlu
adanya pembinaan dan pendampingan dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat
secara kontinyu terhadap pemerintah desa dalam hal peningkatan dan pengelolaan
PADes, khususnya di desa Wanurojo.
3. Pembangunan
manusia menjadi sangat penting dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Desa.
Melihat data tingkat pendidikan di desa Wanurejo yang tergolong masih sangat
rendah, sosialisasi membangun kesadaran akan pendidikan juga sangat dibutuhkan.
Daftar
Pustaka
Cik
Hasan Bisri dan Eva Rufaida, Model Penelitian Agama dan Dinamika Sosial
(Jakarta: Raja Gravindo Persada, 2002)
Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian,Cet.
1 (Jakarta: Bumi Aksara,
1997)
Imam Suprayogo dan Tobroni, Metodologi Penelitian
Sosial-Agama
Widjadja. H.W.H, Otonomi desa: merupakan otonomi yang asli,
bulat dan utuh(Jakarta:
Raja
Grafindo Persada, 2003)
Koencoroningrat,
Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama, 1981)
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif,
Marrus,Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia.PT.
Bumi Aksa. Jakarta
Moh. Nazir, Metode Penelitian, Cet. IV (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 1999)
S. Nasution, Metode Research, Edisi 1 (Bandung:
Jemmars, 1982)
Wardi Bahtiar, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Jakarta
: Logos Wacana Ilmu, 1987)
Website
Dasar Hukum
undang-undang
Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
Peraturan
Pemerintahan Nomor 72 Tahun 2005
Peraturan Mentri Dalam Negeri
nomor 113 tahun 2014, Tentang Pengelolaan Keuangan Desa
Profil
desa Wanurejo
APBDes
desa Wanurojo
LAMPIRAN
1)
Jadwal Kegiatan
|
No
|
Waktu
|
Kegiatan
|
Kegiatan
|
|
Tangal 24 November 2015
|
|||
|
01.
|
07;30-08:00
|
Kumpul
Di Kampus, Koordinasi
|
Hall
|
|
02.
|
0800-10;00
|
Berangkat
Ke Purworejo
|
Bersama-sama
|
|
03.
|
10:00-10:30
|
Tiba
Balai Desa
|
Selamat
|
|
04.
|
11:00-11:30
|
Penerimaan
Di Balai Desa
|
Oleh
Pemerintah Desa
|
|
05.
|
11:30-12;00
|
Ke
Tempat Tinggal
|
Istrahat
Bersama
|
|
12:00-13:00
|
Ishoma
|
-
|
|
|
06.
|
13:00-15:00
|
Koordinasi
Kadus/RT
|
Kami
tentukan informan
|
|
07.
|
15:00-16:00
|
Koordinasi
Kelompok Temui Informan
|
Terlaksana
|
|
08.
|
16:00-18:00
|
Wawancara
Informan
|
RT
02, Pratikno, Aset Desa
|
|
09.
|
18:00-19:00
|
Istrahat
dan Makan Malam
|
Jamin
|
|
10.
|
19:00-21:00
|
Wawancara&Koordinasi
Kelompok
|
Kelompok
VI Ke Rumah Pak RT 02, Pratikno
|
|
Tanggal 25 November 2015
|
|||
|
01.
|
08:00-12:00
|
Lanjut
Data Sekunder dan Wawancara
|
Cari
Bersama
|
|
02.
|
12:00-13:30
|
Istrahat
dan Makan Siang
|
Jamin
|
|
03.
|
13:30-17:00
|
Lanjut
Cari Data Primer
|
Cari
Bersama
|
|
04.
|
17:00-18:00
|
Istrahat
dan Makan Malam
|
Jamin
|
|
05.
|
18:00-
|
Koordinasi
Kelompok Rekap Data
|
Sebagaian
wawancara
|
|
Tanggal 26 November 2015
|
|||
|
01.
|
08:00-12:00
|
Lanjut
Cari Data
|
Wawancara
Ibu Rini
|
|
02.
|
12:00-13:30
|
Istrahat
dan Makan Siang
|
Jamin
|
|
03.
|
13:30-17:00
|
Lanjut
|
Wawancara
Ngadiun
|
|
04.
|
17:00-18:30
|
Istrahat
dan Makan Malam
|
Jamin
|
|
05.
|
18:30-
|
Rekap
Data, Analisis Data, Bagi kerja
|
Data
terkumpul
|
|
Tanggal 27 November 2015
|
|||
|
01.
|
08:00-11:00
|
Ceking
Kelengkapan Data Melengkapi dan Pamit
|
Lengkap
dan Salaman
|
|
02.
|
11:00-13:00
|
Persiapan
Kekampus, Makan Siang
|
Terlaksanan
|
|
03.
|
13:00-15:30
|
Kembali
Kekampus
|
Bersama-sama
|
3.
Pertanyaan
Wawancara:
a.
Bagaimana
Tindakan pemerintah desa dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa di sektor hasil
usaha desa?
1.
Apa
saja usaha desanya ?
2.
Bagaimana
pengelolaan hasil usaha desa?
3.
Apa
saja kendala dalam pengelolaan/peningkatan hasil usaha desa
b.
Bagaimana
Tindakan pemerintah desa dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa di sektor hasil
aset?
1.
Apa
saja hasil aset desanya?
2.
Bagaimana
pengelolaan hasil aset desa?
3.
Apa
saja kendala dalam pengelolaan/peningkatan hasil aset desa?
c.
Bagaimana
Tindakan pemerintah desa dalam
peningkatan Pendapatan Asli Desa di sektor hasil swadaya, partisipasi dan gotong
royong;
1.
Apa
saja hasil swadaya, partisipasi, dan gotong royong?
2.
Bagaimana
pengelolaan hasil swadaya, partisipasi, dan gotong royong?
3.
Apa
saja kendala dalam pengelolaan/peningkatan hasil swadaya, partisipasi, dan
gotong royong?
d.
Bagaimana
Tindakan pemerintah desa dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa di sektor
lain-lain PADes?
1.
Apa
saja hasil PADes di sektor lain-lain PADes?
2.
Bagaimana
pengelolaan hasil PADes di sektor lain-lain PADes?
3.
Apa
saja kendala dalam pengelolaan/peningkatan hasil PADes di sektor lain-lain
PADes?
[1] Lihat https://en.wikipedia.org/wiki/John_Dalberg-Acton,_1st_Baron_Acton , akses tanggal 10 Jan 2016, pk 14.11 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar