Rabu, 22 Juni 2016

Jadilah pemuda yang berkarakter



Natal dan Tahun baru bersama IKALEWA ( Ikatan Lembor – Welak Yogyakarta)

Jadilah pemuda yang berkarakter

Semarak pesta natal dan tahun baru 2016 begitu terasa dihati  seluruh keluarga manggarai yang ada di Yogyakarta, dalam rangkaian acara Natal dan Tahun baru bersama yang diselenggarakan oleh keluarga besar IKALEWA  pada tanggal 2 januari 2016. Mulai pukul 18.00 wib, ribuan orang sudah memadati Hotel Satya Graha  jln. Veteran tempat acara berlangsung. Hampir seluruh keluarga Manggarai yang ada di Yogyakarta turut ambil bagian dalam rangakaian  acara tersebut. Acara Natal dan Tahun baru kali ini keluarga besar IKALEWA mengangkat tema “ JADILAH PEMUDA YANG BERKARAKTER”. Dalam pesan Natalnya Ketua Ikalewa  Sdr. Ronaldus Jantur menekankan betapa pentingnya hidup saling menghargai tanpa kebencian diantara sesama, khususnya diantara sesama keluarga Manggarai yang ada di tanah jogja. Kita harus membiasakan diri untuk duduk bersama dalam mengurai persoalan. Pemuda Manggarai haruslah menjadi pioner perdamaian bukan sebaliknya menebarkan kebencian diantara sesama.Suasana kekeluargan begitu terasa saat saudara Andris Pegau memimpin renungan Natal di tengah keheningan dengan penuh hikmat dan kusut. Dalam renungan singkatnya, saudara Andris mengajak kaum muda katolik untuk tetap memelihara toleransi antar umat beragama dalam bingkai bhineka Tunggal Ika dibawah payung NKRI. Rangkaian acara diakhiri dengan diskusi bersama yang mengangkat tema “ JADILAH PEMUDA YANG BERKARAKTER” dengan Pembicara sdr. Rian Juru dan Bpk. Haji ardi. Dalam paparan singkatnya saudara Rian Juru lebih menekankan peran pemuda Manggarai Yogyakarta dalam menanggapi isuPante Pede di Manggarai Barat. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sebagai pemuda Manggarai kita harus hadir untuk menyelesaikan persoalan pante Pede. Mengembalikan Pante Pede sebagai Natas bate labar membutuhkan sifat radikalisme anak muda, kata rian juru menyemangati yang hadir. Diskusi kian menarik takkala yang hadir mengangkat persoalan rendahnya tingkat kesadaran dan partisipasi mahasiswa Manggarai  Yogyakarta dalam menyuarakan persoalan lokal, khususnya masalah mengenai privatisasi pante pede yang akhir – akhir ini hangat dibicarakan ditengah masyarakat. Menanggapi hal itu Rian Juru dengan lugas mengatakan bahwa komunitas Manggarai Yogyakarta banyak diisi oleh kaum akademisi yang mumpuni, sehingga sangat mudah untuk di ajak duduk bersama menyelesaikan persoalan yang ada.Malam ini awal perjuangan kita, selama ini mungkin tidak ada ruang untuk duduk bersama. Sedangkan menanggapi strategi menyelesaikan persolan pante pede tanpa perang orizontal, Rian Juru kembali mengingatkan pemerintah untuk berbuka hati dan bisa menerjemahkan perasaan hati masyarakat Manggarai barat.Ini persoalan hati masyarakat, jangan sampai terluka demi kepentingan kaum kapitalis. Di akhir paparan singkatnya, dia kembali menekankan bahwa perjuangan butuh kekuatan bersama. Kita harus menjalin relasi seluas -luasnya yang mempunyai satu pola pikir yang sama untuk mengembalikan Pante pede sebagai warisan leluhur kita. Sedangkan Bpk. Haji Ardi dalam paparannya mengingatkan kaum muda Manggarai agar jadi pejuang bukan peminta – minta. Anak muda Manggarai harus berperilaku produktif bukan konsumtif. Kita harus bisa mandiri dan berani memulai sesuatu tanpa mengandalkan orang lain. Pemuda yang berkarakter harus dimulai dengan pola pikir yang jujur. Kembali mengangkat sejarah mengenai perjuangan pemuda masa lalu, Hj. Ardi dengan nada prihatin melihat perjuangan pemuda masa kini yang bisa digadaikan oleh kelompok tertentu. Perjuangan pemuda masa kini kehilangan arah karena digrogoti oleh kepentingan tertentu.Menutupi paparannya bpk. Haji Ardi kembali mengingatkan kaum muda manggarai yogyakarta agar lebih peka dengan realita yang terjadi. Kita harus bersuara dan berani untuk melawan ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat.Teruslah bersuara tanpa uang, jangan pernah bisu karena merah dan biru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar